Infaq Terbaik! untuk pengembangan media munzalan.com

Kisah Pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah binti Umar, Sarat Hikmah dan Keteladanan

ilustrasi (foto.net)

munzalan.com – Bulan Syaban tidak hanya dikenal sebagai waktu memperbanyak amal saleh, tetapi juga menyimpan berbagai peristiwa bersejarah dalam kehidupan Rasulullah SAW. Salah satu kisah penting yang terjadi pada bulan ini adalah pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah binti Umar bin Khattab RA, seorang perempuan mulia yang dikenal ahli ibadah dan dermawan.

Di balik pernikahan tersebut, tersimpan kisah keteladanan tentang seorang ayah, Umar bin Khattab RA, yang berusaha mencarikan pendamping terbaik bagi putrinya setelah ditinggal wafat oleh sang suami.

Latar Belakang Hafshah binti Umar

Dikutip dari buku Wanita-Wanita Kebanggaan Islam karya Umar Ahmad Ar-Rawi, Imam adz-Dzahabi menjelaskan bahwa Hafshah binti Umar lahir sekitar lima tahun sebelum masa bi’tsah. Berdasarkan riwayat tersebut, Rasulullah SAW menikahi Hafshah ketika ia berusia kurang lebih 20 tahun.

Suami pertama Hafshah adalah Khunais bin Hudzafah bin Qais As-Sahmi RA, salah seorang sahabat yang masuk Islam sejak awal. Ibnu al-Atsir menyebutkan bahwa Khunais turut berhijrah ke Habasyah, kemudian kembali ke Madinah. Ia juga mengikuti Perang Badar dan Perang Uhud. Dalam Perang Uhud itulah, Khunais gugur sebagai syuhada.

Upaya Umar bin Khattab Mencarikan Pendamping

Setelah masa iddah Hafshah berakhir, Umar bin Khattab RA berinisiatif mencarikan suami yang saleh bagi putrinya. Ia terlebih dahulu menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan RA. Namun, Utsman menolak dengan alasan belum ingin menikah.

Umar kemudian mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan menyampaikan niat yang sama. Namun, Abu Bakar hanya terdiam dan tidak memberikan jawaban. Sikap tersebut sempat membuat Umar merasa kecewa dan marah.

Belakangan, Rasulullah SAW sendiri meminang Hafshah dan menikahinya. Setelah pernikahan tersebut, Umar mendatangi Abu Bakar untuk menyampaikan perasaannya. Abu Bakar pun menjelaskan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW menyebut-nyebut Hafshah, namun tidak ingin membocorkan rahasia Rasulullah SAW sebelum waktunya.

Keutamaan dan Keteladanan Hafshah binti Umar

Hafshah binti Umar dikenal sebagai istri Rasulullah SAW yang cerdas, zuhud, dan gemar bersedekah. Ia terbiasa berpuasa di siang hari dan menghidupkan malam dengan shalat tahajud. Perannya sangat besar dalam periwayatan dan penjagaan ajaran Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Namun, dalam perjalanan rumah tangganya, Hafshah pernah diuji dengan peristiwa perceraian. Dalam buku Biografi Rasulullah SAW: Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-Sumber yang Otentik karya Mahdi Rizqullah Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menjatuhkan talak satu kepada Hafshah.

Ketika itu, Umar bin Khattab mendapati putrinya menangis. Rasulullah SAW kemudian merujuk Hafshah kembali. Umar pun menasihati putrinya agar lebih berhati-hati dalam bersikap, seraya menegaskan betapa besar kedudukan Rasulullah SAW.

Pelajaran dari Kisah Hafshah binti Umar

Kisah pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah binti Umar memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari ketulusan seorang ayah dalam menjaga kehormatan anaknya, pentingnya amanah dan menjaga rahasia, hingga keteladanan seorang perempuan muslimah dalam ibadah dan pengabdian.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa sejarah Islam, tersimpan hikmah besar yang relevan untuk kehidupan umat hingga hari ini.