Infaq Terbaik! untuk pengembangan media munzalan.com

Mandi Wajib dalam Islam: Niat, Rukun, dan Tata Cara Sesuai Sunnah

Ilustrasi, (foto,net)

munzalan.com – Dalam Islam, menjaga kesucian bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi merupakan syarat sah diterimanya ibadah, terutama sholat. Salah satu bentuk bersuci yang wajib dipahami setiap muslim adalah mandi wajib atau mandi besar.

Mandi wajib menjadi pintu utama untuk kembali suci setelah mengalami hadas besar, seperti junub, haid, dan nifas. Karena itu, memahami tata cara mandi wajib sesuai sunnah Rasulullah SAW menjadi bagian penting dalam ibadah sehari-hari.

Apa Itu Mandi Wajib?

Mandi wajib adalah cara bersuci untuk menghilangkan hadas besar dengan mengguyurkan air ke seluruh tubuh disertai niat. Secara teknis, mandi wajib sama seperti mandi pada umumnya, namun dibedakan oleh niat dan terpenuhinya rukun-rukun tertentu.

Kapan Seseorang Wajib Mandi Wajib?

Seorang muslim diwajibkan mandi wajib ketika mengalami hadas besar. Terdapat enam perkara yang mewajibkan mandi wajib, yaitu:

  1. Bersetubuh, meskipun tidak keluar mani
  2. Keluarnya mani
  3. Meninggal dunia (dimandikan, kecuali mati syahid)
  4. Haid
  5. Nifas
  6. Melahirkan

Apakah Mandi Wajib Harus Dilakukan Sebelum Sholat?

Ya, wajib.
Sholat merupakan ibadah untuk menghadap Allah SWT, dan syarat sah sholat adalah suci dari hadas besar dan kecil.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ … وَإِنْ كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
(QS. Al-Maidah: 6)

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan sholat… dan jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah.”

Dengan demikian, sholat tidak sah tanpa mandi wajib bagi orang yang berhadas besar.

Bagaimana Niat Mandi Wajib yang Benar?

Niat mandi wajib dilakukan bersamaan dengan basuhan pertama air ke tubuh, karena seluruh tubuh orang yang junub dianggap satu kesatuan.

Jika seseorang baru berniat setelah sebagian tubuh dibasuh, maka bagian yang sudah terkena air wajib dibasuh ulang agar mandi menjadi sah.

Bacaan Niat Mandi Wajib

Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta‘aalaa.

Artinya:
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah SWT.”

Apa Saja Rukun Mandi Wajib?

Rukun mandi wajib terdiri dari tiga perkara, yaitu:

  1. Niat mandi wajib
  2. Menghilangkan najis yang menempel di tubuh, jika ada
  3. Membasuh seluruh tubuh dengan air secara merata, dari ujung rambut hingga ujung kaki

Jika salah satu rukun ini tidak terpenuhi, maka mandi wajib tidak sah.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Berikut tata cara mandi wajib yang dianjurkan sesuai sunnah Rasulullah SAW:

  1. Membaca niat mandi wajib
  2. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
  3. Membersihkan kemaluan, dubur, pusar, dan ketiak dengan tangan kiri
  4. Mencuci tangan kembali menggunakan sabun atau tanah
  5. Berwudhu secara sempurna seperti akan sholat
  6. Menyela pangkal rambut dengan jari hingga air menyentuh kulit kepala
  7. Mengguyur kepala sebanyak tiga kali
  8. Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan
  9. Memastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi terkena air

Apakah Mandi Wajib Harus Menggunakan Sabun dan Sampo?

Tidak wajib.
Mandi wajib tetap sah meskipun tanpa sabun dan sampo, selama air suci mengalir ke seluruh tubuh dan rukun mandi wajib terpenuhi. Sabun dan sampo hanya berfungsi sebagai pelengkap kebersihan, bukan syarat ibadah.

Apakah Setelah Mandi Wajib Masih Perlu Wudhu?

Tidak perlu.
Mandi wajib sudah mencakup wudhu, selama tidak melakukan hal yang membatalkan wudhu setelahnya.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ

Artinya:
“Rasulullah SAW tidak berwudhu setelah mandi.”
(HR Imam Lima)

Bagaimana Jika Lupa Niat Mandi Wajib?

Karena niat termasuk rukun mandi wajib, maka mandi yang dilakukan tanpa niat tidak sah. Jika seseorang lupa berniat, maka ia wajib mengulang mandi wajib dari awal.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mandi Wajib

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Lupa atau tidak membaca niat
  • Najis masih menempel di tubuh
  • Air tidak mengenai seluruh tubuh
  • Rambut dan kulit kepala tidak terkena air
  • Ada bagian tubuh tertutup lapisan (cat, minyak tebal, dll)
  • Menggunakan air yang tidak suci
  • Melewatkan rukun mandi wajib